Social Icons

Featured Posts

  • Faceblog Evolutions

    Efek cube

  • Faceblog Evolutions

    Efek cuberandom

  • Faceblog Evolutions

    Efek block

  • Faceblog Evolutions

    Efek cubestop

  • Faceblog Evolutions

    Efek cubehide

  • Faceblog Evolutions

    Efek cube size

  • Faceblog Evolutions

    Efek horisontal

  • Faceblog Evolutions

    Efek showbars

  • Faceblog Evolutions

    Efek showbarsrandom

  • Faceblog Evolutions

    Efek tube

  • Faceblog Evolutions

    Efek fade

  • Faceblog Evolutions

    Efek fadefour

  • Faceblog Evolutions

    Efek paralell

  • Faceblog Evolutions

    Efek blind

  • Faceblog Evolutions

    Efek blindheight

  • Faceblog Evolutions

    Efek blindwidth

  • Faceblog Evolutions

    Efek directionTop

  • Faceblog Evolutions

    Efek directionBottom

  • Faceblog Evolutions

    Efek directionRight

  • Faceblog Evolutions

    Efek directionLeft

  • Faceblog Evolutions

    Efek cubeStopRandom

  • Faceblog Evolutions

    Efek cubeSpread

Senin, 25 November 2013

Table Of Content


SYIIR TANPO WATHON



Ngawiti ingsun nglaras syi’iran
(aku memulai menembangkan syi’ir)
Kelawan muji maring Pengeran 
(dengan memuji kepada Tuhan)
Kang paring rohmat lan kenikmatan …. 
(yang memberi rohmat dan kenikmatan)
Rino wengine tanpo pitungan 2X …. 
(siang dan malamnya tanpa terhitung)

Duh bolo konco priyo wanito
(wahai para teman pria dan wanita)
Ojo mung ngaji syareat bloko
(jangan hanya belajar syari’at saja)
Gur pinter ndongeng nulis lan moco … 
(hanya pandai bicara, menulis dan membaca)
Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. 
(esok hari bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. 
(banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)
Seneng ngafirke marang liyane …. 
(senang mengkafirkan kepada orang lain)
Kafire dewe dak digatekke ….
(kafirnya sendiri tak dihiraukan)
Yen isih kotor ati akale 2X ….
(jika masih kotor hati dan akalnya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro …. 
(gampang terbujuk nafsu angkara)
Ing pepaese gebyare ndunyo
(dalam hiasan gemerlapnya dunia)
Iri lan meri sugihe tonggo …
(iri dan dengki kekayaan tetangga)
Mulo atine peteng lan nisto 2X
(maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake ….
(ayo saudara jangan melupakan)
Wajibe ngaji sak pranatane …
(wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)
Nggo ngandelake iman tauhide … 
(untuk mempertebal iman tauhidnya)
Baguse sangu mulyo matine 2X …. 
(bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine
(Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)

Kerono mapan seri ngelmune 
(karena mapan lengkap ilmunya)
Laku thoriqot lan ma’rifate ….
(menjalankan tarekat dan ma ’rifatnya)
Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … 
(juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … 
(Al Qur’an qodim wahyu mulia)
Tanpo tinulis biso diwoco 
(tanpa ditulis bisa dibaca)
Iku wejangan guru waskito …
(itulah petuah guru mumpuni)
Den tancepake ing jero dodo 2X … 
(ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran …
(menempel di hati dan pikiran)
Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. 
(merasuk dalam badan dan seluruh hati)
Mu’jizat Rosul dadi pedoman
(mukjizat Rosul (Al-Qur’an) jadi pedoman)
Minongko dalan manjinge iman 2 X … 
(sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … 
(Kepada Alloh Yang Maha Suci)
Kudu rangkulan rino lan wengi
(harus mendekatkan diri siang dan malam)
Ditirakati diriyadohi
(diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … 
(dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman
(hidupnya tentram merasa aman)
Dununge roso tondo yen iman
(mantabnya rasa tandanya beriman)
Sabar narimo najan pas-pasan
(sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … 
(semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Kelawan konco dulur lan tonggo 
(terhadap teman, saudara dan tetangga)
Kang podho rukun ojo dursilo
(yang rukunlah jangan bertengkar)
Iku sunahe Rosul kang mulyo
(itu sunnahnya Rosul yang mulia)
Nabi Muhammad panutan kito 2x …. 
(Nabi Muhammad tauladan kita)
Ayo nglakoni sakabehane …
(ayo jalani semuanya)
Alloh kang bakal ngangkat drajate … 
(Allah yang akan mengangkat derajatnya)
Senajan asor toto dhohire …
(Walaupun rendah tampilan dhohirnya)
Ananging mulyo maqom drajate 2X … 
( namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)

Lamun palastro ing pungkasane … 
(ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)
Ora kesasar roh lan sukmane
(tidak tersesat roh dan sukmanya)
Den gadang Alloh swargo manggone … 
(dirindukan Allah surga tempatnya)
Utuh mayite ugo ulese 2X …
(utuh jasadnya juga kain kafannya)

Kebutuhan Bermadzab



Sungguh hebat dan mulia mereka yang berkompeten merujuk langsung kepada Al-Qur’an dan Hadits. Bagi mereka yang belum berkompeten/berkemampuan maka tidak mengapalah mereka mengikuti imam mujtahid atau bermazhab.  Bermazhab bukanlah kewajiban bagi seluruh umat muslim. Kewajiban umat muslim adalah merujuk kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Bermazhab adalah kebutuhan bagi mereka yang belum berkemampuan merujuk langsung kepada Al-Qur’an dan Hadits. Mereka yang “terpaksa” bermazhab pun pada hakikatnya adalah mengikuti manhaj salaf karena imam mazhab pada hakikatnya mengikuti manhaj salaf pula.
Namun bagi mereka yang merujuk langsung kepada Al-Qur’an dan Hadits, tidaklah cukup dengan kemampuan bahasa Arab saja
Memang Al-Qur’an diturunkan “dengan bahasa Arab yang jelas” (QS Asy Syu’ara [26]:195) namun dapat dipahami oleh kaum yang mengetahuinya. firman Allah ta’ala yang artinya, “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui” (QS Fushshilat [41]:3 ).
Untuk memahami Al-Qur’an dan hadits2 Nabi saw tsb secara baik dan benar, maka minimal harus mengetahui dahulu dasar2 ilmu yang berkaitan dgn hal itu. Itupun harus didukung dengan beberapa keilmuan, seperti ilmu nahwu, ilmu sharaf, ilmu mantiq, ilmu balaghah dsb supaya tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang akibatnya akan membawa kesesatan bagi pelakunya sendiri.
Pemahaman dengan metodologi “terjemahkan saja” atau memahami dengan kemampuan menterjemahkan saja bisa dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri namun jangan pernah digunakan untuk “menilai” atau menghukum saudara muslim yang lain atau bahkan kaum muslim lain. Sekarang ini dapat kita temukan ulama (ahli ilmu) yang gemar menghujat saudara muslim yang lain sebagai ahlul bid’ah, sebagian yang lain gemar pentakfiran, tahdzir ataupun mensesatkan namun kepada kenyataannya mereka belum memahami Al-Qur’an dan hadits2 Nabi saw ecara baik dan benar. Mereka itulah yang disebut dukhala ilmi atau ulama yang bukan ahlinya.
Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi dalam pembukaan Forum Alumni Al Azhar VI, yang mengangkat tema tentang “Persatuan dalam Komunitas Ahlu Sunnah” itu memperingatkan bahwa pengkafiran dan penyesatan sesama umat Islam membuat umat ini akan terpecah-belah. Beliau juga memperingatkan agar umat tidak perlu mendengar mereka yang bukan ahli ilmu, “Tidak sepatutnya umat Islam melakukan pengkafiran dan tidak perlu mendengar dukhala ilmi (mereka yang berkecimpung dalam ilmu namun bukan ahlinya).”.
Sekarang ini, semakin banyak fasilitas keilmuan, orang-orang  semakin malas saja berguru langsung kepada ulama, bahkan semakin jauh saja dari para ulama. Hal itu bisa menghancurkan Islam sendiri dan akan semakin banyak menimbulkan kerusakan2 di muka bumi ini.
Kesalahpahaman-kesalahpahaman terjadi karena mereka hanya menggunakan fasilitas yg ada tanpa berguru atau bertanya langsung pada ulama. Itu termasuk musibah bagi umat Islam.
Oleh karenanya perlu kita bertanya atau meminta bimbingan dari mereka yang mengetahui sebagai mana firman Allah ta’ala yang artinya “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS An Nahl [16]:43 )
Perhatikan firman Allah ta’ala dalam (QS An Nahl [16]:43 ). Allah ta’ala mengatakan orang yang mempunyai pengetahuan bukan sebagai ulama (ahli ilmu) namun ahladz dzikri atau ahlul dzikri (ahli zikir), ulama yang selalu berdzikrullah atau ulama yang sholeh atau ulama yang ihsan atau ulama yang dapat memandang Allah Azza wa Jalla dengan hati atau hakikat keimanan.
Jadi pada hakikatnya tidak ada perbedan antara bermazhab dengan bermanhaj salaf. Kenapakah harus diperselisihkan ?
Marilah kita tegakkan Ukhuwah Islamiyah, musuh kita bersama adalah paham yang dibuat oleh orang Yahudi yakni SPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme).
Sekularisme, paham yang menghindarkan manusia dalam kehidupannya me”referensi”… kepada Allah / Agama
Pluralisme, paham yang membuat manusia “floating” / “ragu” akan Allah / Agama.
Liberalisme, paham yang “membebaskan” manusia terhadap aturan Allah / Agama
Saat ini wilayah kerajaan dinasti saudi pun telah terpengaruh oleh paham pluralisme .
Wassalam